Kalau Anda sedang membangun usaha dan ingin mengurus legalitas melalui OSS atau membuat NIB, pasti akan berhadapan dengan istilah KBLI. Banyak pelaku usaha yang bingung saat mengisi KBLI karena jumlahnya ratusan dan kodenya terlihat mirip satu sama lain.
Supaya tidak salah pilih, mari kita bahas secara jelas dan santai.
Apa Itu KBLI?
KBLI adalah singkatan dari Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia, yaitu daftar resmi yang berisi kode dan uraian jenis-jenis kegiatan usaha yang ada di Indonesia.
Sederhananya:
KBLI adalah sistem pengelompokan semua jenis usaha berdasarkan aktivitas utamanya.
Setiap usaha memiliki kode KBLI yang berbeda. Kode ini terdiri dari 5 angka, misalnya:
- 56101 – Restoran
- 47911 – Perdagangan melalui internet
- 62010 – Aktivitas pemrograman komputer
- 73110 – Periklanan
- 43304 – Jasa pengecatan bangunan
- 96311 – Salon kecantikan
Kode KBLI ditetapkan oleh BPS dan digunakan oleh pemerintah untuk kepentingan administrasi, perizinan, regulasi, statistik, hingga perpajakan.
Fungsi KBLI untuk Pemilik Usaha
KBLI itu bukan sekadar kode, tapi punya banyak fungsi penting, antara lain:
1. Menentukan Legalitas Usaha
Saat membuat NIB (Nomor Induk Berusaha) di OSS, Anda wajib memilih KBLI yang sesuai. Tanpa KBLI, NIB tidak bisa terbit.
2. Mengatur Kewajiban dan Risiko Usaha
KBLI menentukan apakah usaha Anda:
- Risiko Rendah
- Risiko Menengah
- Risiko Tinggi
Risiko ini menentukan apakah usaha cukup dengan NIB, memerlukan Sertifikat Standar, atau izin operasional khusus.
3. Menentukan Perizinan Tambahan
Beberapa KBLI membutuhkan:
- Izin lokasi
- Sertifikat standar
- Izin operasional
- Rekomendasi dari instansi tertentu
Semua bergantung pada PK/KBLI yang dipilih.
4. Membantu Pengelompokan Pajak
Pada beberapa jenis usaha, KBLI berpengaruh pada:
- Jenis pajak
- Tarif pajak tertentu
- Administrasi laporan usaha
Bagaimana Cara Memilih KBLI yang Tepat untuk Usaha Anda?
Memilih KBLI yang tepat sangat penting karena salah kode dapat menyebabkan:
- Legalitas tidak sesuai
- Izin tidak bisa diproses
- Usaha dianggap tidak memenuhi syarat
- Potensi masalah pajak di masa depan.
Baca juga: Jasa Buat NPWP Badan.
Berikut langkah-langkah memilih KBLI yang benar:
1. Tentukan Kegiatan Utama Usaha Anda
Tanya pada diri Anda:
“Apa aktivitas utama yang benar-benar menghasilkan uang dalam usaha saya?”
Contoh:
- Jualan baju → perdagangan eceran
- Jasa desain grafis → layanan profesional
- Kedai kopi → penyedia makanan/minuman
- Jasa bangunan → konstruksi
Aktivitas utama adalah fokus pertama memilih KBLI.
2. Cek daftar kode KBLI resmi
Anda bisa mencari KBLI lewat:
- Website OSS RBA
- PDF KBLI BPS
- Mesin pencari KBLI di internet
Biasanya setiap KBLI berisi:
- Kode (5 digit)
- Nama kategori
- Deskripsi kegiatan usaha yang diperbolehkan
Contoh:
KBLI 47911 – Perdagangan Melalui Internet (E-Commerce)
Deskripsi: Penjualan barang melalui sistem daring (marketplace, website, social commerce, dll).
3. Sesuaikan dengan Deskripsi Resmi KBLI
Penting!
Jangan hanya melihat nama KBLI, tetapi baca deskripsi resminya.
Contoh:
- Restoran dan kuliner punya beberapa KBLI berbeda:
- 56101 – Restoran
- 56102 – Kafe
- 56301 – Bar & hiburan
- 56210 – Catering
Kalau Anda memilih KBLI 56210 (catering) untuk usaha kedai kopi, itu salah.
4. Pilih KBLI Sesuai Aktivitas yang Sering Dilakukan
Jika usaha Anda punya beberapa kegiatan, pilih yang paling dominan.
Contoh:
Kedai kopi yang juga menjual kue kecil
→ Yang dominan tetap minuman dan makan di tempat
→ Maka pilih KBLI 56102 (kafe), bukan perdagangan kue.
5. Gunakan Lebih dari 1 KBLI Jika Usaha Anda Multifungsi
OSS memperbolehkan satu usaha memiliki beberapa KBLI dalam satu NIB.
Contoh:
Anda punya usaha:
- Fotografi
- Sewa peralatan foto
- Editing video
Maka Anda boleh memilih:
- 74200 (Jasa fotografi)
- 77292 (Penyewaan peralatan fotografi)
- 59120 (Aktivitas pascaproduksi film)
Ini legal dan sah.
6. Pastikan KBLI Sesuai Risiko Usaha
Dalam OSS RBA, risiko usaha terbagi:
- Rendah → cukup NIB
- Menengah Rendah / Menengah Tinggi → butuh Sertifikat Standar
- Tinggi → butuh izin operasional
Contoh KBLI risiko rendah:
- Perdagangan online
- Jasa penulisan
- Fotografi
Contoh KBLI risiko tinggi:
- Rumah sakit
- SPBU
- Industri kimia
7. Jika Ragu, Pilih KBLI yang Paling Spesifik
KBLI memiliki level spesifik yang berbeda:
- Kode dengan 5 angka = paling tepat dan detail
- Nama kabur atau terlalu umum → biasanya bukan pilihan ideal
Pilihan paling spesifik akan memudahkan izin dan operasional.
Contoh Cara Memilih KBLI untuk Berbagai Jenis Usaha
Berikut contoh untuk memudahkan:
1. Usaha Kuliner
- Kedai makan → 56101
- Kafe / coffee shop → 56102
- Catering → 56210
- Minuman non-alkohol (take away) → 56302
2. Usaha Online Shop
- Jualan barang online umum → 47911
- Dropshipper & reseller → 47911
3. Usaha Jasa
- Fotografi → 74200
- Desain grafis → 74142
- Penulis konten → 90030
- Sewa alat pesta → 77299
4. Usaha Bangunan
- Renovasi rumah → 43299
- Jasa cat → 43304
- Tukang listrik → 43211
5. Usaha Teknologi
- Pembuatan website → 62010
- Konsultan IT → 62021
- Aplikasi digital → 62019
Baca juga: Cara Daftar NPWP Online.
Kesimpulan
- KBLI adalah kode resmi yang dipakai untuk mengelompokkan jenis usaha di Indonesia.
- KBLI wajib dipilih saat membuat NIB di OSS.
- Memilih KBLI harus berdasarkan:
- Aktivitas utama usaha
- Deskripsi detail di KBLI resmi
- Risiko usaha
- Kesesuaian izin
- Usaha boleh menggunakan lebih dari satu KBLI jika aktivitasnya beragam.

